Kegiatan Dadakan Wisata ke Gunung Bromo

Posted by

Pada hari jum’at (18/11/2016) lalu saya bersama tujuh teman saya melakukan perjalananmenuju gunung Bromo. Sebelumnya kita hanya bercanda untuk melakukan perjalanan itu. Tapi karena saya dan teman-teman saya bosan berada di kos. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke gunung Bromo. Kami berangkat dari WTC (Workshop Training Center) atau tepatnya dari kampung Inggris Pare pukul 22.30. kami berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Dan lucunya sebelum berangkat menuju Bromo kami semua baru menyadari kalau kita mempunyai permasalahan yang sangat penting, kami kekurangan satu motor. Ini masalah awal yang kami hadapi sebelum berangkat menuju Bromo. Setelah menelpon beberapa teman untuk ikut bergabung menuju Bromo dan akhirnya kami mendapatkan jawaban atas semua masalah kami, bergabunglah satu teman kami yang membawa sepeda motor.
Tibalah malam hari dan kami sudah siap untuk melakukan perjalanan menuju Bromo, tetapi salah satu teman kami tak kunjung datang. Kami pun sempat membatalkan niat kami untuk pergi ke Bromo. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya teman kami datang. Setelah semuanya siap kami pun melakukan perjalanan kami menuju Bromo. Kami pun berangkat menuju kota Malang, pada saat kita sampai di Batu udara disana sangatlah dingin. Dan kami akhirnya memutuskan untuk beristirahat di alun-alun kota Batu. Setelah beberapa menit kami melanjutkan perjalanan kami kembali.
Ditengah dinginya udara kota Malang kami melanjutkan perjalanan, kami semuamenjalankan sepeda motor kami lumayan kencang, karena kami mengejar sunrise di penanjakan Bromo. Selepas keluar kota Malang jalanan mulai menanjak. Kami mengalami banyak kejadian yang tidak menyenangkan mulai dari motor yang tidak kuat menanjak, melewati jalan yang berkelak-kelok yang kanan dan kirinya adalah jurang dalam. Setelah sekian banyaknya tanjakan dan belokan yang kami lewati tibalah kami di pos registrasi, kamipun di haruskan membayar tiket masuk yang perorangnya di kenakan biaya Rp.30.000 motor pun di kenakan biaya Rp.5000.
Perjalanan kami lanjutkan, ternyata jalan yang harus kami lewati tidak lebih baik jalanan pun lebih menanjak berkelok dan gelap dikarenakan barisan pohon yang lebih rapat. Walaupun menghadapi jalan yang sedemikain curam dan gelap kami semua sangat menikmati suasana dan kadang terdengar suara gelak tawa kesenangan memecah belah kesunyian yang di ciptakan oleh alam.
Sampailah kami di padang savana gunung Bromo, keadaan di sini sangan dingin dengan kabut yang sangan tebal sampai-sampai cahaya lampu motor kami hanya bisa menembus jarak 3 meter saja, di tambah lagi jalanan pasir cukup dalam yang membuat jalan terasa licin dan menghambat kami dalam kecepatan bermotor. Apalagi kami harus sampai de penanjakan sebelum matahari terbit.
Wisata ke Bromo
Karena kabut yang sanagat tebal padang savana yang sangat luas ditambah tidak adanya petunjuk jalan yang bisa menuntun kami menuju pananjakan kamipun tersesat dan mengambil jalan yang salah. Tapi di tempat kami tersasar menampilkan pemandangan yang menakjubkan dengan barisan gundukan bukit yang sangat indah. Kami semua lupa dengan tujuan awal kami yaitu mengejar sunrise di penanjakan karna asik berfoto.
Setelah asik berfoto kami melanjutkan perjalanan dan hanya mengandalkan insting masing-masing untuk menuju penanjakan, ternyata insting kami salah dan hanya membuat kita semua hanya berputar-putar di situ-situ saja. Sampai akhirnya kami bertemu dengan bapak-bapak yang menunggang kuda, bapak itupun menunujukkan arah yang benar untuk menuju ke penanjakan. Tetapi matahari sudah muncul yang memberi tanda bahwa kami semua terlambat untuk menikmati cahaya awal untuk memulai hari.
Semua sedikit kecewa dan memutuskan untuk mendaki gunung Bromo saja. Sebelum kami mendaki gunung Bromo kami memutuskan untuk sarapan dengan bekal yang sudah kami semua bawa walaupun hanya mie instan kopi hitam dan susu. Kami semua sangan menikmati perbekalan yang kami bawa dari kosan cukup untuk membuat hangat badan.
Tenagapun sudah tersisi tak menunggu waktu lama lagi kami semua bergegas untuk menuju puncak gunung Bromo. Walupun puncaknya tidak terlalu jauh tapi tetap saja membuat kami ngosgosan untuk menuju puncak Bromo. Kami semua hanya membutuhkan 30 menit untuk sampai ke puncaknya.
Di atas pemandangan sangat luar biasa, lautan pasir padang savana yang hijau perbukitan yang membaris menjadi jamuan gunung Bromo. Cukup lama kami menikmati keindahan alam yang tersaji terhitung selama 2 jam kami berada di atas puncak gunung Bromo. Karena matahari mulai meninggi dan makin terasa panas di puncak kami semua memutuskan untuk turun, jalan turun kami hanya menbutuhkan 10 menit untuk sampai bawah.
Setelah sampai di bawah tepatnya, kami merasa lelah dan memutuskan untuk segera meninggalkan kawasan gunung Bromo sebelum cuaca menjadi sangat panas. Untuk pulang kami tidak tersasar lagi karena jalan sudah sangat jelas, kami memacu kendaraan cukup kencang. Tidak seperti semalam tetapi tetap harus berhati-hati karena jalan yang dilewati berbatu berkelok dan cukup terjal.
Tanpa basa-basi kami langsung menuju kota Malang untuk mengisi perut yang sudah sangat kosong. Kami mampir di salah satu warung soto yang berada di kota Malang untuk mengisi perut yang sangat kosong. Perut sudah cukup berisi kami melanjutkan perjalanan di tengah perjalanan kami disambut hujan yang sangan deras dan diputuskan untuk meneduh di salah satu wc umum yang cukup bersih dan nyaman untuk beristirahat.
Hujan turun sangat deras tak terasa kamipun sampai ketiduran di wc umum. Kami semua disaat hujan sudah reda dan ternyata kami semua jadi perhatian beberapa pengguna jalan karena tertidur di wc umum. Kami pun bergegas untuk pulang dengan tujuan bisa beristirahat dengan nyaman.
Kami semua telah sampai di kosan dan tanpa komando kami semua langsung tidur dan tidak memperdulikan apapun. Itulah pengalaman yang paling menyenangkan bagi kami, semua kami lalui bersama.

Ditulis oleh:
Afreida (Siswa WTC)


Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: Rabu, November 30, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.