Kampung Inggris Pare Membuka Paket Reguler dan Liburan Sekolah

Posted by

    Kampung Inggris Pare masih menjadi pilihan yang tepat untuk belajar bahasa Inggris karena menawarkan program intensif, belajar setiap hari Senin sampai Jumat atau Sabtu, biaya kursus yang relatif murah, biaya hidup yang juga relatif lebih murah dibanding di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Suasana kondusif untuk belajar dan jauh dari kebisingan kota besar. Meskipun begitu, lokasi kampung Inggris cukup strategis, mudah dijangkau dari berbagai daerah, transportasi cukup lancar dan jalan menuju Kampung Inggris relatif tidak macet.

     Tinggal di kampung Inggris cukup nyaman, dekat dengan fasilitas umum, seperti bank, pasar, apotik, rumah sakit, tempat pariwisata lokal dan lain-lain. Jika ditempuh dengan kendaraan, cukup beberapa menit. Tersedia juga penyewaan sepeda, sepeda motor dan rental mobil dengan harga cukup murah. Banyak sekali tersedia warung, cafe dengan harga bervariasi, dengan naik sepeda, siswa bisa menjangkau dan memilih untuk sarapan, makan siang dan malam sehingga belakangan ini, mulai banyak yang menyebut kampung Inggris Pare juga merupakan "kampung warung" karena terdapat banyak sekali warung atau rumah makan yang tersedia.

     Kampung Inggris Pare secara umum membuka kelas reguler, paket liburan sekolah dan liburan kampus, atau banyak yang menyebut holiday program. Kelas reguler biasanya dibuka setiap bulan, pendaftaran umumnya bisa kapan saja, kursus biasanya dimulai tanggal 10 dan 25 setiap bulan. Paket reguler umumnya 1 bulan hingga 1 tahun. Namun beberapa tahun belakangan ini, paket reguler ada yang membuka hanya 2 minggu. Perlu diketahui, belajar bahasa Inggris di Pare tetap membutuhkan waktu, seharusnya tidak tergesa-gesa. Sebaiknya mengalokasikan waktu yang lebih lama agar hasilnya lebih baik. Banyak iklan yang menawarkan program singkat dengan hasil luar biasa,  namun calon peserta kursus harusnya menanyakan dan mempertimbangkan kebenaran janji iklan tersebut agar tidak kecewa. Paket reguler umumnya memiliki jumlah jam lebih lama dibanding program liburan. Hal ini karena waktu liburan sekolah memiliki waktu yang singkat, dan biasanya hanya 2 minggu, terutama liburan bulan Desember -Januari. Namun untuk liburan tahun ajaran baru bulan Juni-Juli memiliki durasi yang lebih lama, antara 1 hingga 2 bulan. Sedangkan liburan perguruan tinggi bisa lebih lama lagi bisa sampai 3 bulan.

 
Kursus Program Reguler
Suasana belajar siswa WTC di kelas, Dok. 25 Nopember 2016
      Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diketahui yang bisa menjadi pertimbangan dan perhatian orangtua siswa atau siswa sebelum mendaftar kursus paket reguler atau liburan di kampung Inggris Pare.

     1. Pertama-tama mengenai biaya. Mengenai biaya kursus bervariasi, dari yang murah hingga yang lebih mahal. Perlu diketahui, biaya yang mahal tidak selalu bagus kualitasnya. Menurut kami, kampung Inggris Pare bisa populer seperti sekarang ini salah satu penyebabnya adalah biayanya murah. Mungkin yang menyebabkan biaya lebih mahal adalah jumlah pertemuan sehari hingga beberapa kali pertemuan, ada yang lebih dari 4 x pertemuan per hari, kemudian biaya akomodasinya seperti asrama dan catering yang memungut harga lebih mahal. Belajar semestinya mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, seperti kesehatan fisik. Belajar bahasa Inggris semestinya menyenangkan dan tidak terburu-buru dan tidak merasa dipaksa atau terpaksa dengan jadwal belajar yang terlalu padat atau berlebihan. Agar hasilnya bisa optimal, siswa tetap perlu istirahat yang cukup.

    2. Sebelum mendaftar siswa sebaiknya menanyakan level atau tingkatan kursus yang diajarkan agar tidak ada kesalahfahaman di kemudian hari. Lembaga kursus biasanya sudah memberi penjelasan bisa melalui brosur atau secara lesan. Sebaiknya bertanya langsung ke admin lembaga kursus, tidak hanya ke fihak ke-3 atau agen kursus. Informasinya bisa berbeda, baik mengenai materi dan tingkatan kursus maupun fasilitas yang diberikan, penjelasannya bisa berbeda. Jika calon siswa sudah merasa cukup lancar berbahasa Inggris, mestinya mengambil kursus yang lebih tinggi kursus lainnya, kalau mengambil kelas basic atau dasar, mungkin siswa merasa jenuh atau bosan dengan materi, dalam hal ini jangan langsung menyalahkan lembaga kursus, dengan mengomel di mana saja, termasuk di sosial media. Kesalahan Siswa dalam menempatkan diri. Yang kursus bukan hanya 1 siswa saja, banyak peserta yang benar-benar belum bisa di dalam kelas. Ini pernah terjadi seorang sarjana lulusan S2 (bisa jadi lulusan sastra Inggris) mengambil kelas basic atau dasar di lembaga terkenal di Pare, dengan jumlah siswa cukup banyak di dalam kelas. Dia memprotes langsung ke pengajar karena merasa materinya terlalu dasar. Dia entah membaca atau tidak, padahal di pintu masuk sudah ada tulisan kursus dasar bahasa Inggris. Calon siswa mestinya lebih teliti sebelum mendaftar agar tidak terjadi kesalahfahaman di kemudian hari.

    3.  Jumlah siswa dalam kelas juga mempengaruhi keberhasilan belajar. Untuk itu, calon siswa harusnya menanyakan jumlah maksimal peserta kursus dalam 1 kelas. Terlalu banyak siswa dalam kelas hasilnya tidak optimal kecuali siswa punya tujuan mencari teman sebanyak-banyaknya. Menurut kami jumlah siswa peserta kursus yang optimal antara 2 hingga 16 siswa. Dua siswa sudah bisa untuk melakukan latihan percakapan dalam kelas, sedangkan dengan jumlah maksimal 16 siswa, pengajar masih bisa memberikan perhatian kepada siswa dengan cukup baik. Jika di China, konon guru sekolah di kelas bisa mengajar hingga 100 siswa! Karena siswa di China lebih patuh terhadap hukum dan tata tertib sekolah. Sekolah di Vietnam, sepengetahuan kami, 1 kelas ditangani 2 guru dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak. Jadi perlu mempertimbangkan jumlah maksimal siswa dalam kelas. Mengenai ukuran kelas biasanya menyesuaikan jumlah siswa. Kelas ada yang indoor dan outdoor, ada yang duduk di kursi dan di karpet atau lantai, kami kira ini bukan masalah besar. Yang penting ruang belajar cukup tenang atau tidak bising.

     4. Tempat tinggal berupa kost atau semacamnya juga mempengaruhi semangat belajar siswa. Siswa di waktu dulu jarang sekali mengeluhkan tempat kost, bagi mereka yang penting bisa untuk belajar dan istirahat. Seiring dengan perkembangan jaman, siswa di masa sekarang banyak yang meminta fasilitas lebih seperti kamar mandi di dalam kamar, guest house dan lain-lain. Kami kira fasilitas tersebut sekarang sudah ada dengan harga yang tentunya lebih mahal namun jumlahnya terbatas. Sehingga di masa liburan sekolah, kampung Inggris Pare tidak bisa memenuhi semua permintaan siswa. Satu kamar biasanya diisi 1 hingga lebih dari 4 orang dan tentu saja tergantung ukuran ruang.  Menurut kami, idealnya 1 kamar diisi antara 2 hingga 4 siswa. Jika sendirian dalam kamar, siswa tidak mempunyai teman praktek bicara bahasa asing, jika lebih dari 4 orang tentu semakin banyak adaptasi dan berbeda keinginan, seperti pada saat jam tidur ada yang menginginkan tidur dengan lampu menyala dan ada yang ingin mematikan lampu. Jadi idealnya, menurut kami 1 kamar diisi 2 hingga 4 orang per kamar. Namun hal ini berbeda di masa liburan, dalam 1 kamar besar bisa diisi lebih dari 4 orang karena kondisi peserta kursus paket liburan yang membludak. Kondisi tersebut harusnya dimaklumi oleh orangtua siswa dan para siswa. Kecuali pemilik kost atau fihak lembaga memungut biaya yang terlalu mahal. Fasilitas kamar kost, umumnya sudah tersedia tempat tidur, sprei, bantal dan almari. Meskipun demikian, siswa boleh-boleh saja membawa bantal dan sprei dari rumah. Kamar mandi jelas ada, walaupun kebanyakan tidak berada di dalam kamar kost.

     5. Pada saat liburan sekolah, bulan Mei, Juni dan periode Desember, Januari, seringkali orangtua siswa dan siswa sulit mendapat kamar yang diinginkan karena bulan liburan sekolah memang kamar kost di kampung Inggris sudah banyak dibooking di bulan-bulan sebelum kedatangan siswa. Mungkin saja, sebuah rumah kost sudah dibooking oleh 1 lembaga kursus sehingga siswa dari lembaga lainnya tidak bisa menempati kost di rumah tersebut. Kami tidak mengetahui rumah kost yang dibooking lembaga kursus tersebut penuh atau tidak. Meskipun begitu, siswa tetap saja bisa memperoleh tempat kost walaupun tidak sesuai harapan, hal ini perlu dimaklumi. Menurut kami, sebaiknya pada program liburan sekolah siswa tinggal di tempat kost yang berbaur dengan siswa dari daerah lain sehingga bisa saling mengenal, bertukar informasi, latihan beradaptasi di komunitas yang berbeda sehingga ketika siswa pulang mendapat pengalaman yang berharga. Hal ini penting bagi siswa bila kelak siswa menempuh study atau kerja di luar negeri agar bisa siap beradaptasi dengan orang dari berbagai negara.

   6. Untuk pendaftaran online paket kursus, demi menghindari penipuan, pastikan alamat lembaga kursus jelas di alamat website. Sebaiknya mendaftar ke suatu lembaga yang memiliki nomor telpon tetap Telkom, biasanya alamatnya tercantum di buku Yellow Page terbitan Telkom. Karena dengan nomor telpon Telkom, fihak Telkom sudah melakukan verifikasi melalui KTP, sehingga alamatnya jelas. Atau mendaftar di lembaga yang mendapat rekomendasi teman, keluarga atau kenalan.

    7. Sebagai persiapan sebelum berangkat ke kampung Inggris Pare, calon siswa harus  membawa tanda pengenal bisa berupa KTP atau SIM, sebagai salah satu syarat mendaftar kursus dan tinggal di kost atau asrama, untuk menyewa sepeda atau sepeda motor dan sebagai syarat membuka rekening di bank yang berada di kampung Inggris Pare. Kemudian juga sebaiknya mempersiapkan foto 3x4 atau 4x6 beberapa lembar, atau berupa filenya untuk dicetak di kampung Inggris Pare. Calon siswa tidak harus membawa bantal, sprei atau almari sendiri karena kost atau asrama sudah menyediakan fasilitas tersebut. Sebaiknya tidak perlu membawa uang cash terlalu banyak di dompet, karena di kampung Inggris Pare sudah banyak tersedia ATM.

     8. Harap waspada! Sebelum berangkat ke kampung Inggris Pare, catat alamat lembaga kursus yang Anda tuju di kertas dengan jelas, bila perlu Anda printkan juga petanya di kertas, bisa saja Anda menyimpannya di hp Anda namun sewaktu-waktu battery hp Anda bisa habis sehingga ketika sampai di kampung Inggris Anda tidak segera bisa membaca alamat yang sudah Anda simpan di hp. Ini demi kewaspadaan bila ada oknum bisa berupa orang, jasa antar atau dalam bentuk apapun agar jangan mau diarahkan atau direkomendasikan ke alamat lembaga lain atau alamat lainnya sehingga Anda tidak sampai pada alamat yang Anda rencanakan. Mintalah diantar ke alamat yang sudah Anda catat, jangan yang lain. Atau bila perlu bertanya juga ke warga asli desa Pelem atau Tulungrejo Pare. Hal ini perlu diwaspadai!
Kemudian jangan lupa untuk memperhatikan tas bawaan Anda agar tidak tertinggal di kendaraan umum atau travel.

    9.  Jika sudah menentukan pilihan dan telah mendaftar kursus, diperlukan semangat dan belajar yang keras dari siswa disamping mendapat motivasi dari pengajar. Keberhasilan siswa juga ditentukan dari usaha siswa juga, tidak hanya menjadi tanggungjawab lembaga kursus. Orang tua harusnya tetap berkomunikasi dengan putra-putrinya selama belajar di kampung Inggris Pare untuk mengetahui perkembangannya. Peserta kursus harusnya yakin dengan pilihannya, tidak mudah terpengaruhi untuk keluar dari kursus atau pindah lembaga kursus sebelum melakukan usaha yang maksimal. Peserta kursus harusnya menyadari bahwa kegiatan kursus juga merupakan kegiatan belajar yang kadang merasa jenuh atau bosan karena suatu materi. Materi yang disampaikan terkadang bisa menyenangkan dan tidak menyenangkan. Materi yang terasa sulit atau menjenuhkan bisa jadi kelak malah bermanfaat kedepannya.

    10. Sosial media dewasa ini sangat mempengaruhi mood siswa dalam belajar. Maka dari itu, perlu mengingatkan kepada siswa dalam penggunakan hp dan semacamnya secara bijaksana. Menggunakan hp seperlunya saja, tidak terus-menerus. Belajar memerlukan fokus, tidak mudah terpengaruh oleh sosial media dan siapapun, kita harus waspada dengan suara dari luar yang belum tentu kebenarannya yang bisa mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar.

     11. Banyak membaca buku juga mempengaruhi siswa dalam belajar bahasa Inggris dan lain-lain. Ibarat menjaga kesehatan tubuh, latihan bicara atau "speaking" seperti olahraga dan membaca seperti makanan atau vitaminnya. Olahraga tanpa makanan yang cukup akan merusak tubuh, berbicara tanpa membaca membuat kalimatnya tidak berbobot atau kurang isinya. Maka dari itu, perlu menanamkan kepada siswa mengenai manfaat banyak membaca buku. Di kampung Inggris Pare sudah tersedia beberapa toko buku dengan harga terjangkau.

    12. Peserta kursus harusnya yakin dengan pilihannya. Disamping usaha diperlukan juga keyakinan, kesabaran dan do'a terus menerus agar berhasil dalam belajar dan mendapatkan manfaat selama berada di kampung Inggris Pare.

   



Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: Jumat, November 25, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!