Racun
tidak hanya berupa makanan, bisa juga berupa polusi udara dan suara.
Sesuatu yang positif bisa disampaikan dengan suara yang lemah lembut,
tidak seharusnya disampaikan dengan suara yg memekakkan telinga dan
mungkin bisa merusak syaraf manusia yg seharusnya mampu menerima hal
positif berubah menjadi negatif. Inilah bahayanya polusi suara. Kita
belajar bagaimana mendengarkan Alq'uran, bacaan yang disuarakan
dengan tartil dan pelan akan mudah difahami bahkan bisa sampai ke
hati pendengarnya.
Menyampaikan
sesuatu juga perlu mengantisipasi kejiwaan pendengarnya. Jika tidak
bisa memahaminya bisa timbul masalah, in kontra produktif.
Memperkirakan suasana hati, kondisi pendengar juga penting.
Kita
mestinya belajar menjadi orang yang terbuka untuk mendengarkan
pendapat orang lain, siapapun orangnya. Terkadang gagasan muncul dari
orang yang tidak populer. Menutup telinga dari orang lain bisa
menjerumuskan kepada kesombongan. Kesombongan bisa meyebabkan
kejatuhan, bisa berupa materi atau hal lain. Selain membaca dan
berbicara, kita harus belajar mendengarkan.
Ini
juga
hal
penting, menyindir orang lain dengan kata kata walaupun dengan niat
baik tidak selalu berdampak positif. Seharusnya menyindir orang lain
di depan umum tidak dilakukan kecuali hal hal yang bersifat
kelembagaan bukan pribadi.
Setiap
orang punya ide ide dan gagasan gagasan, memberikan kesempatan orang
berbicara dalam suatu forum adalah penting, bila orang sulit
menyampaikan dalam kata-kata
karena kesehatan, takut atau sulit bicara, tentu bisa disampaikan
dalam bentuk tulisan yg bisa dibacakan orang lain.
Kata
kata adalah obat, saya kira tidak semua orang yang datang suatu forum
itu sehat 100 persen. Kata
- kata yang lembut, sapaan yang bersahaja, ucapan do’a bisa membuat
orang yang sakit menjadi sembuh, nyeri bisa berkurang dan yang sehat
menjadi lebih sehat. Keajaiban
bisa akan terjadi manakala kumpulan orang orang saling memperbaiki
kondisi satu dan
lainnya.
Dalam
suatu forum bicara perlu membatasi waktu, namun juga tidak terburu
buru, terburu buru tidak bisa mencapai hasil optimal
dan bisa menekan syaraf secara medis.
Bila
diperlukan waktu yang lama sebaiknnya
ada
jeda, peserta
bisa sekedar berdiri
dan
merentangkan tangan untuk melemaskan otot serta melancarkan peredaran
darah,
berjalan melihat pemandangan sekitar
untuk menyegarkan fikiran, dan
bila perlu berbaring sejenak, ini
diperlukan bagi yang kurang istirahat dan tidur di malam sebelumnya.